Kronologis Kasus Penembakan Warga Alas Tlogo

  • Pada tanggal 29 Mei 2007 tepatnya hari Selasa, PT Rajawali sebagai rekanan TNI AL melakukan penggarapan dengan menggunakan traktor untuk mengolah lahan menjadi lahan hortikultura (tanaman tebu) yang menjadi sengketa antara warga dengan TNI AL, warga yang merasa bahwa tanah tersebut masih ada tanamannya meminta agar penggarapan dihentikan dulu, sempat terjadi negosiasi agar penggarapan dihentikan terlebih dahulu.
  • Pada tanggal 30 Mei 2007 tepatnya hari Rabu, PT Rajawali melakukan penggarapan lagi dengan pengawalan pihak TNI AL sekitar pukul 09.00 WIB, aparat berbaris menghadang laju sekerumunan warga yang hendak meminta PT Rajawali untuk tidak melakukan pembajakan (penggarapan) lahan.
  • Aparat TNI AL di lokasi menyatakan bahwa mereka mendapat perintah dari atasan untuk menindak warga yang ngotot berusaha menghentikan kegiatan penggarapan PT Rajawali, aparat memperingati warga akan ditembak di tempat jika terus ngotot bergerak maju menuju lokasi penggarapan PT Rajawali.
  • Menurut keterangan dari Sdr Munaji salah seorang warga yang berada di TKP saat terjadi penembakan, warga memang terus berusaha menghentikan penggarapan tersebut karena lahan itu masih berstatus sengketa.
  • Tidak berselang lama, ada ungkapan dari salah satu personil aparat yang telah menarget warga dengan mengatakan :”……itu yang berbaju biru sebentar lagi akan ditembak mati pokoknya…” Sebagaimana uraian Sdr. Munaji menirukan pembicaraan salah satu personil aparat, ia sempat bertanya kepada salah satu aparat itu, apakah peluru yang akan digunakan peluru asli (maksudnya pelor besi bukan peluru karet)
  • Tidak beberapa lama kemudian aparat menembakkan senjata api (bukan pistol) kearah kerumunan warga dengan mambabi buta, terbukti banyak peluru nyasar di dinding rumah warga, musholla dan akhirnya beberapa warga yang ada di sekitar lokasi.
  • Warga yang panic mendengar letupan tembakan itu dan melihat beberapa temannya jatuh bersimbah darah, mencoba melarikan diri, meyelamatkan diri. Aparat mengejar para warga, mereka yang tertangkap sebagaimana penuturan Sdr. Munaji ada yang kepalanya dipukul terus menerus dengan laras senjata api. Tidak berhenti sampai di situ aparat mencoba akan menembak kaki warga yang tertangkap namun dihalang-halangi oleh Sdr. Munaji, tak pelak ia pun terkena tendangan dari aparat tersebut.
  • Menurut Sdr. Munaji, penembakkan itu memang sengaja untuk menembak mati warga yang sudah menjadi target seperti korban Bpk Sutam bin Saruyan, terkena tembakan di kepalanya dengan jarak tembak sekitar ± 5 – 10 m langsung meninggal di tempat.
  • Kemudian aparat terus menembaki warga yang berlarian menyelamatkan diri, bahkan ada korban Sdr. Rohman bin Saumar (17 thn) tertembak, dengan posisi korban saat itu sedang duduk di bawah pohon.
  • Tanpa menghiraukan kondisi sekitarnya, aparat terus menembaki warga yang berlarian dan anehnya terdapat seorang warga Dewi Khotijah binti Juma’atun dalam keadaan sedang hamil 4 bulan tertembak di kepalanya. Padahal saat itu posisi dia saat itu sedang berada di dapur sedang memasak ketela pohon. Kepalanya tertembak, darah dan isi kepalanya berceceran di dinding pintu rumahnya.
  • Ada lagi warga bernama Ibu Mistin binti Samat yang Sedang menggendong putranya bernama Khoirul Agung (4 tahun) tertembak mengenai punggung dan terus tembus ke dadanya serta mengenai anaknya. Ibu mistin seketika itu juga meninggal dunia sedangkan Irrul tidak bisa diselamatkan jiwanya meskipun telah dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar – Malang.
  • Dan masih ada lagi korban luka parah akibat tertembak dan mendapat pukulan serta tendangan dari aparat, sekarang mereka dirawat di Rumah Sakit Soedarsono – Pasuruan dan Syaiful Anwar – Malang.
  • Korban yang jatuh diketahui adalah 5 orang meninggal dan 6 orang luka berat.

Korban – korban itu antara lain :

1. Dewi Khodijah Binti Juma’atun, 21 tahun, mengandung 4 bulan

dengan luka di kepala ( meninggal ).

2. Mistin, 21 tahun dengan luka di dada ( meninggal ).

3. Choirul, 4 tahun, anak dari Mistin dengan luka di dada ( meninggal ).

4. Rohman Bin Saumar, 17 tahun ( meninggal ).

5. Bpk Sutam Bin Saruyan, 45 tahun ( meninggal ).

6. Erwanto 17 tahun

7. Miadi 40 tahun

8. Satiran 45 tahun

9. Nasum 27 tahun

10. Rohman 29 tahun

11. Tosan 25 tahun

  • Menurut sumber lain menyatakan bahwa ada salah satu warga yang hilang yaitu Pak Bayan yang sampai saat ini belum ditemukan
  • Akibat dari persitiwa penembakan ini menyulut emosi warga Alas Tlogo dan menumpahkan reaksi emosi itu dengan jalan menutup (Memblokir) halan provinsi Pantura jurusan Surabaya – Banyuwangi. Warga menutup jalan, menuntut agar pihak Pemerintah kabupaten Pasuruan segera mengatasi persoalan ini, menuntut pertanggungjawaban pihak TNI AL atas peristiwa penembakan tersebut. Penutupan jalan ini dilakukan dimulai sekitar pukul 11.00-18.00 WIB.

· Pada pukul 17.30 WIB perwakilan warga dating dari Pemkab Pasuruan, dengan Sdr. M Kholil disertai dengan pihak aparat kepolisian membacakan pernyataan dari Bupati Pasuruan yang pada intinya menyatakan :

1. Meminta agar PT Rajawali tidak melakukan penggarapan

sebelum sengketa selesai.

2. Meminta agar Letnan Eko Budi Santoso untuk

bertanggung jawab atas kekerasantersebut.

3. Bupati akan memfasilitasi warga berdialog dengan

Pangarmatin, BPN, Dephankam dengan pejabat

Pemkab Pasuruan besok pada tanggal 31 Mei 2007

pada pukul 08.00 WIB di kantor pemerintah

Kabupaten Pasuruan.

· Peristiwa ini berakar pada persoalan sengketa lahan yang diklaim oleh kedua belah pihak, memang kasus ini telah diajukan ke Pengadilan Negri pasuruan oleh warga Desa Alas Tlogo dan akhirnya putusan PN Pasuruan mengalahkan gugatan warga desa Alas Tlogo.

** = Sumber data dan informasi yang diolah Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) Surabaya – Jawa Timur dan Paguyuban Petani Jawa Timur ( Papanjati )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: