Siaran Pers “Kasus Penembakan Di Pasuruan” Bersama

RACA Institute, FSPI, WALHI, PERGERAKAN, KAU, AGRA, KONTRAS, API, IMPARSIAL, STN, PETANI MANDIRI, AMAN, BINA DESA, SAWIT WOTCH, ABM

TNI AL MEMAKAN KORBAN 4 JIWA SUCI PETANI

DI PASURUAN, JAWA TIMUR

Pergantian kepemimpinan bangsa ternyata tidak juga membawa suatu perubahan yang mendasar bagi penghargaan, memenuhi dan melindungi hak-hak asasi manusia. Berbagai tindak dan kekerasan struktural masih saja terus terjadi. TNI AL, sebagai aparat negara masih saja menganggap elemen-elemen kekuatan rakyat dan pro-Demokrasi lainya sebuah ancaman. hal ini menimbulkan anggapan bahwa elemen kekuatan rakyat dan pro-Demokrasi lainya harus di “Bungkam”, pola pendekatan represif fisik secara langsung yang sering di pergunakan pada masa rezim otoritarian masih saja terus di pergunakan.

hal ini yang telah terjadi terhadap petani yang ada di desa Alas Tlogo, Kec.lekok, Kab.Pasuruan, Jawa Timur. petani yang sedang berusaha menghalaukan pengerusakan tanaman masyarakat yang dilakukan oleh TNI AL pada pukul 10.30 WIB tiba-tiba harus berhadapan dengan timah panas yang di muntahkan dari senjata TNI AL. Kebrutalan TNI AL tersebut telah merenggut 4 korban petani, yaitu:

1. Siti Khotijah (23 th), tengah hamil 4 bulan tertembak didepan rumahnya sendiri.

2. Mistin (23 th)

3. Sutan (45 th)

4. Rohman (17 th)

insiden penembakan tersebut langsung dengan sangat cepat, pembelokan opini public telah dilakukan oleh angkatan laut dengan mengatakan pembelaan diri. Apakah TNI AL dalam pembelaan diri dapat melakukan penembakan membabi buta? Investigasi lapangan menunjukan fakta bahwa TNI AL melakukan penyerangan terhadap petani yang tengah berusaha untuk menghentikan perusahan lahan tani. tindakan pembelaan diri justru sebenarnya dilakukan oleh petani untuk mempertahankan hidup-hidupnya.

Kekerasan dan pembunuhan adalah tindakan yang sangat brutal dan melanggar Pasal 3 Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia yang menyebutkan bahwa Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu. Tindakan brutal TNI AL juga melanggar Pasal 6 Kovenan International Hak-Hak Sipil dan Politik yang menyebutkan bahwa setiap manusia berhak atas hak untuk hidup yang melekat pada dirinya. Hak ini wajib dilindungi oleh hukum. Tidak seorang pun dapat dirampas hak hidupnya secara sewenang-wenang. Indonesia melalui Undang-Undang No. 12 Tahun 2005 telah meratifikasi Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menyebutkan.

    1.Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, dan oleh karena itu, harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun;
    2.Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional, menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi prinsip dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.

Tindakan brutal dan pembunuhan yang dilakukan TNI AL menunjukan tidak adanya niatan murni bagi penghargaan, memenuhi dan melindungi hak asasi manusia. oleh karena itu kami menuntut kepada Presiden RI untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

    1.Mengadakan penyidikan menyeluruh atas tindakan brutal dan pembunuhan yang dilakukan oleh TNI AL dan menginformasikan hasilnya kepada publik secara transparan. Penyidikan juga harus mengungkap apakah memang ada perintah struktural untuk menyingkirkan petani.
    2.Memerintahkan Panglima TNI untuk menghentikan dengan segera penggunaan kekerasan dan tindakan brutal lainnya serta mengutamakan penyelesaian melalui proses dialog.
    3.Memerintahkan Panglima TNI untuk memberhentikan Kepala Staff TNI AL dan anglima Armada Timur karena sudah terbukti melakukan tindak pembunuhan atas petani dan tidak dapat mengendalikan prilaku brutal pasukannya.

Seluruh elemen – elemen kekuatan rakyat dan pro – demokrasi yang lainnya tidak akan pernah berhenti untuk terus berusaha mencapai cita – cita mulia, yaitu mewujudkan negara dan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa yang berkedaulatan sipil, memberikan penghargaan penuh atas Hak Asasi Manusia, menegakkan nilai – nilai demokrasi dan menjunjung tinggi nilai keadilan rakyat semesta.

Demikianlah siaran pers bersama sebagai pernyataan sikap kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan banyak terima kasih.

Jakarta, 31 Mei 2007

Kontak person :

Salikin Kartorejo (081541595540), Sekjen PETANI Mandiri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: